Eco House atau Rumah Hemat Energi

Sumber gambar : houzz.com

Secara terminology Eco House atau Rumah Hemat Energy adalah konsep penataan rumah huni yang ramah lingkungan. Jadi, penataanya disesuaikan dengan cara alami berbasis hemat energi supaya mampu mengurangi pembuangan emisi gas dimana dapat memicu pemanasan global.

Menurut beberapa referensi, salah satu negara maju yang memang serius menanggapi isu pemanasan global adalah Jepang. Memanfaatkan kecanggihan teknologi serta perkembangan sains, pemerintahan di sana sengaja mendirikan NEDO (New Energy adan Industrial Technology Development). Bahkan pernah juga menggelar pameran bertajuk Eco House.

Sehingga langkah ini pada akhirnya dinilai positif karena dapat menyelamatkan pasokan energi listrik. Pun beberapa negara juga telah menerapkan rumah berbasi ramah lingkungan yang dilengkapi berbagai perangkat penghemat energi seperti pemanfaatan turbin angin, lampu cermin sampai tenaga surya untuk menerangi rumah.

Dan prediksi kedepan, bila semua rumah terkombinasi oleh eco House, disinyalir dapat memangkas konsumsi listrik sebanyak 50%. Tentu hal ini akan sangat berguna di era modern sekarang. Perihak material apa saja yang dibutuhkan dalam membuat rumah tersebut. Yuk, cari tahu dibawah ini.

Material Dasar Untuk Membuat Eco House

Proses membangun rumah eco house ternyata memiliki beberapa pertimbangan menurut para pengembang atau kontraktor. Semuanya tergantung pada luas, jenis tanah serta di wilayah seperti apa rumahnya akan dibangun.

Namun umumnya, pemilihan kayu seringkali menjadi pilihan utama sebagai pengganti dinding dari tembok batu bata. Alasanya jelas, bahwa kayu dapat memberikan kualitas terbaik di samping tak memerlukan terlalu banyak bahan kombinasi yang lain.

Walau begitu, sebagian arsitek menilai penggunaan tembok batu bata juga tak kalah efektif asalkan tersedianya jalur terbuka agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah sehingga dapat memberikan penerangan maksimal kala siang atau sore hari.

Sebagai catatan, para arsitek haruslah memperhatikan secara tepat arah dan penempatan bukaan rumah tersebut. Mengingat tujuanya adalah untuk membuka jalan udara bersih tanpa menggunakan bantuan pendingin ruangan (AC) atau sejenisnya.

Kebanyakan di negara-negara Eropa dan Amerika, perumahan eco house memanfatkan panel surya yang diletakkan di atas atap. Ini akan mengubah energy cahaya menjadi energy listrik dan mampu mensuplai listrik secara alami. Sedangkan untuk besar kecilnya panel, tergantung pada keinginan pemilik rumah. Tapi, jangan lupa agar menjadikan sisa lahan sebagai tempat menanam buah atau pepohonan demi memperoleh kesejukan udara dengan kualitas terbaik.

Manfaat Memiliki Eco House

Pertama, dapat menghemat tenaga listrik buatan sekaligus mengurangi pengaruh pemanasan global secara mandiri. Anda juga bisa menggunakan imajinasi untuk menghijaukan area di sekitar rumah entah membuat taman vertikal atau pagar tanaman supaya tercipta nuansa sejuk dan segar.

Di samping itu, area hijau ini tentu memiliki peranan penting sebagai daerah hisapan sehingga terhindar dari genangan air.

Kedua, Bukaan cahaya alami dari beberapa jendela atau pintu rumah, mampu menyediakan udara bersih setiap hari. Artinya suhu ruangan juga lebih nyaman dan menyehatkan daripada harus menggunakan alat buatan seperti AC, kipas angin atau sejenisnya.

Ketiga, minimalisasi dinding maupun sekat akan menjadikan udara serta sinar matahari dapat berlalu lalang bebas. Tentu hal ini juga dapat menciptakan ruangan multifungsi dalam interior rumah.

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai Eco House atau Rumah Hemat Energi sampai pemanfaatanya bagi lingkungan sekitar. Semoga adanya informasi diatas bisa menambah wawasan anda sekaligus memberikan ide-ide baru.